» » Pedoman Karya Ilmiah Penyuluh Agama Islam

PEDOMAN PENULISAN KARYA ILMIAH POPULER KEAGAMAAN
PENYULUH AGAMA FUNGSIONAL PADA MEDIA CETAK

Oleh: Nasrulloh disadur dari tulisan M. Zaenul Asyhuri

Selain bahasa, tulisan juga berfungsi sebagai alat komunikasi dan sarana pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta penyampaian ajaran agama Islam. Pengertian Karya Ilmiah Populer adalah karya ilmiah yang digemari oleh orang banyak. Hal ini ada kaitannya pula dengan sitim sirkulasi dan marketing sebuah perusahaan media massa. Sehingga yang disebut karya ilmiah popular adalah karya ilmiah yang diekspos pada sebuah media massa cetak seperti Koran, majalah dsb.

Jenis tulisan itu bermacam-macam antara lain : (1) News, (2) Feature, (3) Essay, (4) Laporan atau Reprtase, (5) Artikel Opini. Namun dalam penggunaan istilah ilmiah popular identik dengan tulisan jenis artikel opini. Sementara artikel opini adalah karangan yang berisi ulasan atau opini terhadap suatu masalah atau dengan kata lain menganalisa suatu persoalan. Karena itu, aspek analisa serta opini (pendapat) penulisnya lebih menonjol.

Kriteria Tulisan
Sesuai dengan fungsinya, yakni untuk membantu pembaca mencerna informasi, menentukan pendapat dan sikap, dan melihat kedepan, maka artikel opini harus :
1. Didukung dengan fakta yang akurat Apabila tulisan dimaksud menyebut firman Allah, maka harus desebutkan pula surat apa dan ayat berapa. Jika menyebutkan sabda nabi, maka harus disebutkan Hadits riwayat siapa atau di dalam kitab apa. Demikian halnya jika menunjukkan data angka tertentu, maka harus disebutkan sumber pengambilan datanya, kecuali data yang telah diketahui oleh umum. Sekalipun demikian, penulis bisa menggunakan kata fleksibel seperti tidak kurang, lebih kurang dan sebagainya.

2. Tidak emosional. Penulis tidak bisa menunjukkan emosionalitasnya sehingga kelihatan tidak sportif dan tidak proporsional. Bahkan dalam suatu hal yang penulis tidak setuju, cara penulisannya pun harus halus seperti, saya kurang sependapat dengan …………, karena menurut hemat saya …..

3. Tidak terlalu panjang. Untuk ukuran media masa koran, tulisan ilmiah popular antara 1/2 sampai dengan empat halaman sesuai dengan kolom yang tersedia. Tulisan yang panjang bisa juga dan kadang-kadang kalau bagus serta menarik dimuat di Koran, tetapi pemuatannya secara bersambung. Supaya tulisannya jelas dan padat, maka penggunaan kalimat efektifnya diterapkan semaksimal mungkin.

4. Tuntas ulasannya. Tidak menggantungkan sebagian ulasan sehingga menimbulkan pemahaman yang keliru. Atau dengan kata lain ulasannya harus lengkap dan tidak boleh ada yang tertinggal atau disembunyikan.

5. Argumentatif dan rasional. Bahasa yang digunakan dibuat se argumentative agar pembaca yakin bahwa apa yang diutarakan, apa yang dibahas, atau apa yang disanggah dapat meyakinkan penulis bahwa opini atau pendapatnya benar. Serta tidak mengungkap hal-hal yang tidak bisa dinalas oleh pembaca.

6. Komunikatif. Artinya bahwa tulisan itu hendaknya menimbulkan interest kedua belah puhak, antara penulis dan pembaca. Sehingga dalam penggunaan bahasa diupayakan seolah-olah pembaca diajak turut berpikir dan berbicara.

7. Ada hal yang baru/ actual. Terdapat masukan/ ide atau hal baru dalam tulisan baik itu penemuan, penelitian, angan-angan atau cita-cita yang dituangkan. Serta sesuai dengan situasi dan kondisi kebutuhan pembaca saat itu (actual).

8. Asli pendapat penulis. Tidak merupakan jiplakan atau kutipan dari orang lain. Kalau toh terpaksa dalam tulisan mencantumkan pendapat atau kutipan orang lain, maka sumber atau orangnya disebutkan.

9. Mendidik. Tulisan yang dimuat harus mendidik moral, akhlak, dan hal-hal keduniaan lainnya demi kemajuan pembaca atau masa depan pembaca. Tidak diperkenankan menulis dengan isi memprovokasi, mengarahkan pembaca untuk berbuat anarkhis dsb.

10. Penggunaan Bahasa. Tidak mengulang-ulang bahasa yang sama, menghindari pemborosan kata, dan menggunakan pilihan bahasa yang paling halus dan sederhana namun indah dan mudah dipahami pembaca. Dapat menggunakan istilah asing dengan catatn diberi penjelasan.

11. Dapat dipertanggungjawabkan. Tulisan tidak mengandung delik atau cacat hukum yang bisa membawa penulis berurusan dengan meja hijau. Serta tidak mengungkap fakta atau contoh yang fiktif/ tidak benar.

Teknik Penulisan
Pedoman penulisan karya tulis ini sebenarnya juga mengacu pada pedoman penulisan karya tulis ilmiah pada umumnya. Tetapi mengingat keterbatasan kolom yang tersedia, tuntutan bisnis dan tuntutan pembaca, maka teknik penulisannya pada umumnya sebagai berikut :
Diketik dengan huruf pika/ font size 12 dan spasi ganda pada kertas berwarna putih ukuran folio sepanjang 3 sampai 4 halaman. Judul diketik dengan huruf capital pada posisi tengah atas. Judul digaris bawahi dan diwah judul diketik nama lengkap penulis sesuai dengan identitas yang disertakan. Kemudian pada akhir tulisan disebutkan status dan jabatan penulis sehari-hari.
Komposisi tulisan pendahuluan atau pengantar menuju isi 15 – 20% dari isi tulisan, isi 70 – 80% dari isi tulisan, dan penutup 5 – 10% dari isi tulisan.
Naskah dibuat dalam dua rangkap dan asli naskah dimasukkan dalam amplop ukuran departemen, diketik nama dan alamat pengirim serta redaksi tujuan pengiriman. (Contoh pada tutor/ instruktur).
Maksud dibuatnya naskah dalam dua rangkap, karena dipakai sebagai alat control/ koreksi terhadap tulisan yang telah dimuat di media massa. Karena Dewan redaksi berhak merubah tulisan yang masuk ke meja redaksi sepanjang tidak merubah maksud dan inti dari tulisan. Jangan sampai tulisan yang sudah diekspos ternyata menyimpang atau dipolitisir oleh redaksi demi keuntungan sepihak.

Teknik Penyusunan
Teknik penyusunan karya tulis ilmiah populer yang paling mudah untuk dipedomani:
1. Buatlah thema / judul tulisan sebelum memulai menulis. Suatu karya mustahil dapat tertulis dengan baik tanpa menentukan thema terlebih dahulu sebelum menyusun tulisan walaupun thema tersebut tidak ditulis. Tetapi bagi penulis professional, thema tulisan sifatnya tidak paten. Artinya, terkadang ditengah menulis, kemudian menemukan hal baru dan hal itu yang menurutnya lebih penting dan menarik untuk dikupas. Penentuan judul dilakukan setelah tulisan selesai disusun agar tergambar jelas kesesuaian antara judul dengan isinya. Dan kalimat judul yang paling baik adalah tidak lebih dari 3 kata.
2. Buatlah kerangka (out line) naskah
3. Pengumpulan bahan
4. Pengolahan bahan
5. Penyusunan

Buatlah tulisan awal sebagus dan semenarik mungkin agar pembaca tertarik dan kemudian membacanya dengan cermat, tenang dan senang. Tetapu untuk membuat tulisan awal menarik tidaklah mudah. Seorang penulis kadang-kadang untuk mengawali sebuah tulisan memerlukan waktu berjam-jam bahkan sampai berhari-hari. Tetapi begitu tulisan awal atau fondasi tulisan telah selesai, maka isi tulisan dan mengkahirinya sangat mudah. Untuk mengawali sebuah tulisan, dapat dilakukan dengan mengungkapkan suatu peristiwa, kasus, anekdot, ayat/ hadits dan kisah teladan serta hal-hal menarik lainnya.

Mengingat menulis itu merupakan proses kreatifitas, maka tidak banyak orang yang menulis dengan baik. Tetapi seseorang bisa belajar dan berlatih terus agar bisa menulis dengan baik. Sehingga sebagai penyuluh, kita tidak hanya pandai ceramah melainkan juga mahir menuangkan ceramah itu dalam bentuk tulisan. Untuk mengakhiri tulisan ini, perlu disampaikan bahwa dalam mengirim sebuah karya tulis ilmiah popular ke media massa, foto copy identitas penulis (diutamakan sesuai dengan profesinya) disertakan, dan makalah ini merupakan contoh kecil dari bentuk tulisan yang akan dikirim ke media massa cetak.***

About Nasrulloh

Abu Rasyidah Judi Muhyiddin, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi | Pin BB 73ca04f3 | Whatsapp 081315609988 | email salampenyuluh@gmail.com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply

Pembaca bijak komentar di sini: