» » Sejarah Pembentukan Bank Syariah

Oleh: Nasrulloh

Sebelum muncul gagasan tentang perlunya didirikan Bank Islam di Indonesia, para pakar atau cendikia muslim, baik yang ada di organisasi keagamaan maupun kalangan perbankan dan perorangan telah melakukan pengkajian tentang bunga bank dan riba. K. H. Mas Mansur Ketua Pengurus Muhammadiyah pada tahun 1937 telah mempunyai keinginan untuk berdirinya bank Islam. Namun, gagal karena ia dianggap sara pada saat itu dan dikhawatirkan akan mengganggu stabilitas nasional.

Pada tanggal 19-22 Agustus 1990 di Cisarua Bogor diselenggarakan Lokakarya Bunga Bank dan Sistem Perbankan oleh Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia. Dalam lokakarya itu tidak ada kata akhir pada status hukum bunga bank. Dalam hubungan ini diputuskan dengan melihat kenyataan hidup yang ada dan untuk menghindari kesulitan (musaqqah) karena sebagian umat Islam terlibat dengan bunga bank, maka dapat dimungkinkan ditempuhnya rukhshah (penyimpangan) dari ketentuan baku, sepanjang dapat dipastikan adanya kebutuhan (qiyamu hajatain) untuk kelanjutan pembangunan ataupun secara khusus untuk mempertahankan kehidupan pribadi pada tingkat kecukupan (kifayah). Selain itu, semua peserta lokakarya sepakat untuk mendirikan bank berdasarkan syariah Islam. Rekomendasi ini kemudian diambil alih oleh Musyawarah Nasional IV Majelis Ulama Indonesia yang menugaskan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia untuk memprakarsai dan mendirikan bank berdasarkan syariah Islam itu.

Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia dengan perangkatnya Tim Perbankan dan kemudian membentuk Yayasan Dana Dakwah Pembangunan mengadakan pendekatan-pendekatan dengan pejabat-pejabat pemerintah, alim ulama, tokoh-tokoh masyarakat dan pihak-pihak terkait lainnya. Setelah berkonsultasi dengan Prof. Dr. B. J. Habibie, pada awal Juni 1991, Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) juga menunjuk Drs. Rahmat Saleh sebagai mandataris Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim (ICMI) untuk mempersiapkan kelengkapan manajemen dan rencana Akta Notaris Bank Muamalat Indonesia. Lembaga pertama yang dihasilkan kedua tim ini adalah merumuskan pemrakarsa Bank Muamalat Indonesia di mana H. M. Soeharto dan H. Sudharmono, S. H. berkenan menjadi pemrakarsa bank ini. Setelah audiensi dengan presiden Soeharto pada tanggal 27 Agustus 1991, pada saat mana beliau menyatakan rencana mengadakan Silaturrahmi Istana Bogor, sejak saat itu setiap pemrakarsa telah bekerja melobi kelompok masing-masing dengan fokus menyukseskan silaturrahmi ini.
 
Bank Muamalat Indonesia lahir sebagai hasil kerja Tim Perbankan MUI didirikan berdasarkan Akte Pendirian yang ditandatangani tanggal 1 November 1991. Pada tanggal 3 November dapat terpenuhi komitmen –yang awalnya Rp 84 miliar- modal disetor awal sebesar Rp 106.126.382.000,00. dengan modal tersebut pada tanggal 1 Mei 1992, Bank Muamalat Indonesia mulai beroperasi.

About Nasrulloh

Abu Rasyidah Judi Muhyiddin, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi | Pin BB 73ca04f3 | Whatsapp 081315609988 | email salampenyuluh@gmail.com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply

Pembaca bijak komentar di sini: