» » Pedoman Praktek Tilawah STAI HAS

A. Pendahuluan
Praktek Tilawah adalah kegiatan Co-kurikuler yang mengikat dan menjadi salah satu persyaratan dalam mengikuti kegiatan academic, dan menempuh ujian sidang/munaqasyah. Kegiatan ini berlaku umum dan diwajibkan bagi setiap mahasiswa semester III pada Fakultas/Jurusan/Program studi.

Praktek tilawah bagi mahasiswa STAI HAS, merupakan bagian dari proses pembelajaran dan pembekalan bagi mahasiswa untuk dapat menunjukan kemampuan membaca, menulis, memahami, dan menghayati ayat-ayat Al-Qur’an/ Al Hadist dengan baik dan benar serta dapat berfikir logis argumentativ berdasarkan kaidah-kaidah Al-Qur’an dan Hadist.
Berdasarkan pemikiran diatas, praktek tilawah termasuk proses pembentukan insan kamil yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT., serta berkemampuan ilmiah-diniyah, terampil dan profesional yang sesuai dengan tatanan kehidupan.
Praktek tilawah dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan unsur terkait yang substansinya mencakup; 1) dasar dan tujuan, 2) dosen pembimbing, 3) peserta praktek tilawah, 4) metode praktek, 5) sarana/media, dan 6) Evaluasi. Keenam komponen tersebut merupakan unsur terpenting dan strategis dalam mensukseskan program praktek tilawah pada perguruan Tinggi Agama Islam.

B. Dasar, Tujuan dan Status
Praktek Tilawah dilaksanakan berdasarkan pada :
1) Keputusan Menteri Agama RI nomor 156 Tahun 2004, tentang Pedoman Pengawasan, Pengendalian, dan Pembinaan Diploma, Sarjana, dan Pasca Sarjana Perguruan Tinggi Agama Islam;
2) Keputusan Menteri Agama RI nomor 353 Tahun 2004, tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum PTAI;
3) Keputusan Menteri Agama RI nomor 387 Tahun 2004, tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembukaan Program Studi pada Perguruan Tinggi Agama Islam;
4) Keputusan Direktur Jenderal Kelembagaan Agama Islam, Nomor Dj.II/114/2005, tentang penetapan Standar Minimal Kompetensi Utama Lulusan Program Starata satu Perguruan Tinggi Agama Islam.
Tujuan Praktek Tilawah adalah meningkatkan kualitas mahasiswa agar dapat menunjukan kemampuan membaca, menulis, memahami, dan menghayati ayat-ayat Al-Qur’an / Al Hadist dengan baik dan benar, serta dapat berfikir logis, analisis, dan argumentative berdasarkan kaidah-kaidah Al-Qur’an dan Hadits. Substansinya merupakan sebagai bagian dari perwujudan Tuntunan Pendidikan Nasional.
Status Praktek Tilawah merupakan kegiatan Co-kurikuler yang melekat dan menjadi salah satu persyaratan dalam mengikuti kegiatan akademis dan menempuh ujian munaqasyah.

C. Peserta Praktek Tilawah
a. Peserta Praktek Tilawah adalah mahasiswa semester III (tiga) pada setiap Jurusan/Program Studi memenuhi persyaratan administrasi akademik.
b. Peserta Praktek Tilawah berkewajiban mengikuti kegiatan Praktek Ibadah sesuai jadwal dengan dibimbing oleh Dosen Pembimbing yang ditunjuk dan ditugasi oleh Dekan Fakultas/ Ketua STAI/ Ketua Jurusan/ Program Studi.
c. Peserta Praktek Tilawah yang belum dinyatakan lulus oleh Dosen Pembimbing berkewajiban meneruskan kegiatan prakteknya hingga tujuan praktek tilawah dapat tercapai.
d. Ketentuan teknis/waktu pelaksanaan diatur dan disepakati oleh Dosen Pembimbing dan Mahasiswa peserta Praktek.
e. Peserta praktek Tilawah berhak memperoleh bimbingan dan nilai kelulusan sesuai ketentuan evaluasi Praktek Tilawah, yang berlaku.

D. Dosen Pembimbing
a. Dosen Pembimbing Praktek Tilawah adalah Dosen yang ditunjuk/ditugasi oleh Dekan Fakultas/Ketua STAI/Ketua Jurusan/Program Studi.
b. Dosen Pembimbing berkewajiban melaksanakan bimbingan praktek tilawah dengan menggunakan metode dan media sesuai jadwal serta mengevaluasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
c. Dosen Pembimbing berkewajiban menyampaikan nilai hasil evaluasi bimbingan praktek tilawah kepada Jurusan/program studi sesuai dengan ketentuan dan waktu yang telah ditentukan.
d. Hak-hak Dosen Pembimbing wajib dipenuhi kesejahteraannnya oleh lembaga sesuai peraturan yang berlaku.

E. Materi Praktek Tilawah
a. Materi Praktek Tilawah terdiri dari :
1. Bersifat Umum
• Membaca Al-Qur’an dan Al Hadist
• Menulis ayat-ayat Al-Qur’an dan matan Al Hadist
• Menghapal ayat-ayat Al-Qur’an dan matan Al-Hadist
• Menerjemahkan ayat-ayat Al-Qur’an dan matan Al Hadist
• Memahami kandungan ayat-ayat Al-Qur’an dan matan Hadist
• Menjelaskan isi/kandungan ayat-ayat Al-Qur’an dan matan Hadist
2. Bersifat Khusus
Materi praktek tilawah dapat dikembangkan sesuai dengan disiplin ilmu yang berhubungan dengan profesi jurusan yang dikembangkan pada Univ/Inst/ST, yang bersangkutan.Untuk Jurusan/ Program Studi Fakultas Tarbiyah; menggunakan mu’jam Al-Qur’an / hadist dalam mencari dan menggunakan ayat Al-Qur’an dan matan Hadist yang berhubungan dengan profesi Jurusan/ Program Studi;
2. Kependidikan Islam
3. Pendidikan Agama Islam
4. Pendidikan Bahasa Arab
5. Dploma 2 Guru PAI
6. Diploma 2 Guru MI/SD
7. Diploma 2 Guru RA/Tk
8. Tadris Bhs.Inggris, Matematika, Biologi, Fisika, Kimia.
b. Referensi materi praktek tilawah menggunakan buku-buku/kitab-kitab Fiqh yang mu’tabarah (satandar dan kredibel)

F. Metode Praktek Tilawah
Praktek Tilawah dilaksanakan dapat menggunakan Metode:
a. Metode tajwid takwin dimaksudkan untuk mahasiswa agar dapat membaca Al-Qur’an dengan tertib dan benar sesuai dengan ilmu tajwid.
b. Metode drill, adalah metode penyajian materi dengan jalan melatih peserta terhadap materi yang telah diberikan.
c. Metode problem solving
Metode ini adalah suatu metode penyajian materi dengan jalan melatih peserta untuk memecahkan masalah-masalah yang paling rumit. Metode ini sebaiknya dipakai apabila:
1) Untuk melatih peserta agar berfikir kritis analitis.
2) Untuk melatih keberanian-keberanian dalam menghadapi berbagai masalah.
G. Waktu, Tempat dan Frekwensi Bimbingan
a. Waktu praktek tilawah dilaksanakan selama berlangsungnya semester III (tiga), pelaksanaannya diatur tersendiri oleh Dosen Pembimbing dengan koordinasi Jurusan/ Program Studi.
b. Praktek tilawah dapat dilaksanakan di ruang kuliah, Mesjid atau tempat lain yang ditentukan atas dasar kesepakatan antara peserta dan dosen pembimbing praktek tilawah.
c. Frekwensi pelaksanaan bimbingan praktek tilawah, minimal 12 kali pertemuan tiap pertemuan selama 120 menit (1440 menit/24 jam).

H. Evaluasi Praktek Tilawah
a. Evaluasi sebagai upaya yang dilakukan oleh dosen pembimbing untuk mengetahui seberapa jauh keefektifan mahasiswa/praktikan dalam mencapai tujuan praktik tilawah.
b. Sasaran evaluasi adalah penilaian meliputi kwantifikasi kualitas aspek praktek dari sikap, penguasaan pengetahuan, pelaksaan dan refleksi pesan moral dan etik dari materi praktek tilawah dalam perilaku nyata para praktikan.
c. Evaluasi dilakukan secara berkesinambungan selama praktek tilawah berlangsung.
d. Evaluasi dilakukan dengan metode observasi langsung dan tidak langsung serta analisis hasil isisan oleh dosen pembimbing selama kegiatan praktek berlangsung.
e. Hasil evaluasi dimuat dalam blanko penilaian yang diisi oleh Dosen Pembimbing, berikut ini contoh blanko / format penilaian sebagai berikut :




DAFTAR NILAI PRAKTEK TILAWAH

Jurusan/Prodi :.............................
Semester/TA :.............................
Kelas :.............................


No NIM Nama Mhs Aspek Penilaian Kumulasi Nilai Akhir Mutu
Cognitive Affective Psycomotor Angka Huruf
1 2 3 4 5 6 7 8 9






Rumus Penghitungan Nilai Akhir (NA):
Nilai Akhir (NA): K+A+P
100
Cikarang,..............2008
Dosen Pembimbing,


...............................

f. Skala pengukuran evaluasi menggunakan rentang nilai A, B, C, D, E, dengan bobot 4, 3, 2, 1.
Penilaian praktek Tilawah mencakup 3 aspek (cognitive, affective, dan psychomotor), rinciannya adalah sebagai berikut :
1) Aspek Cognitive
a) Memahami, menguasai dan dapat menjelaskan, diberi angka (4)
b) Cukup memahami, cukup menguasai dan cukup dapat menjelaskan, diberi angka (3)
c) Kurang memahami, kurang menguasai dan kurang dapat menjelaskan, diberi angka (2)
d) Tidak memahami, tidak menguasai dan tidak dapat menjelaskan, diberi angka (1)
2) Aspek Affective
a) Menghayati dan menerima, diberi angka (4)
b) Cukup menghayati dan cukup menerima, diberi angka (3)
c) Kurang menghayati dan kurang menerima, diberi angka (2)
d) Tidak menghayati dan tidak menerima, diberi angka (1)
3) Aspek Psychomotor
a) Selalu mangamalkan, diberi angka (4)
b) Kadang-kadang mengamalkan, diberi angka (3)
c) Belum mengamalkan, diberi angka (2)
d) Tidak mengamalkan, diberi angka (1)
g. Langkah Pengolahan/Perhitungan nilai evaluasi dilakukan dengan 3 (tiga) tahap adalah sebagai berikut :
1) Tahap 2: Menghitung angka nilai dari kolom (4-5-6) dengan menggunakan rumus KAP
Keterangan:
K= Jumlah item nilai Cognitive
A= Jumlah item nilai Affective
P= Jumlah item nilai Psychomotor
Menjadi nilai Cumulative
2) Tahap 2: Menghitung nilai cumulative menjadi nilai akhir (NA)
Rumus Penghitungan Nilai Akhir (NA):
Nilai Akhir (NA) : K+A+P
100
2) Tahap 3 : Mentransfer nilai cumulative dai (kolom 7) menjadi angka mutu dan huruf mutu (nilai akhir)
Rumus Penghitungan Nilai Akhir (NA)
80 – 100 = A
70 - 79 = B
60 - 69 = C
50 - 59 = D
00 - 49 = E


About Nasrulloh

Abu Rasyidah Judi Muhyiddin, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi | Pin BB 73ca04f3 | Whatsapp 081315609988 | email salampenyuluh@gmail.com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

2 komentar:

  1. Maaf sebelumnya klo komen-nya disini. Untuk label awan cari kode :
    var so = new SWFObject("http://halotemplates.s3.amazonaws.com/wp-cumulus-example/tagcloud.swf", "tagcloud", "240", "300", "7", "#ffffff");
    dan ganti nilai "240" sesuai dengan lebar elemen halaman blog Mas nasrulloh, agar area label lebih rapi. Thanks udah mengunjungi dan komen di blog OB.

    BalasHapus
  2. Ok bang makasih atas info label awannya. maklum masih ngeraba-raba bikin blognya. bisa ngehias kayak gini aja atas tips dan trik dari bang OB.Thx.
    Masalah penelitian keperawanan,memang penelitian itu harus sesuai dengan metodologi penelitian. selama metodologi penelitiannya bener maka tingkat errornya diminimalisir dan dapat dipertanggungjawabkan hasilnya.

    BalasHapus

Pembaca bijak komentar di sini: